Dengan penuh syukur kami mengenang Sr. Marij yang kami cintai.
Sr. Marij lahir tanggal 26 Maret 1935 di “BLAUWVOET” St. Anthonis, sebagai anak ke-10 dari pasangan Dokter Verbeeck dan Ny. Spoorenberg. Ia mempunyai tujuh kakak laki-laki, dan dua adik laki-laki yang ia banggakan. Dua kakak perempuan, Lutgart dan Loes, meninggal ketika mereka masih kecil. Beberapa tahun lalu kakak Ko dipanggil Tuhan dan sekarang, 12 jam sesudah Marij berpulang, kakak Hein menyusul.
Marij tumbuh sebagai anak kesayangan di tengah keluarga besar dikelilingi banyak anak laki-laki. Ia sering bercerita bahwa mereka suka main di loteng: Anak laki-laki menjadi putera altar dan Marij yang berperan sebagai umat diberi permen pepermin sebagai Hosti Kudus… Seperti ibunya Marij pun sekolah di SD Ursulin di Venray. Dia banyak cerita tentang pengalaman di sana, tetapi lebih banyak lagi tentang pengalaman yang menyenangkan di Eysden.
Tahun 1954 Marij masuk biara di Boxtel. Untuk memenuhi panggilannya sebagai misionaris, maka sesudah novisiat ia ke Inggris untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Ada banyak cerita yang lucu dari masa itu, antara lain waktu ia praktek mengajar, ada seorang anak laki-laki memperhatikan dia. Ketika Marij memberi dia giliran berbicara, anak itu langsung berkata, “Gigi anda terlalu kecil, tidak seimbang dengan tubuh anda”. Anak memang spontan mengatakan apa yang ia pikirkan.
Tahun 1963 keinginan Marij terkabul. Ia diutus ke Indonesia dan bersama Sr. Concilia de Rosario, alm. Mengarungi samudera lalu ditempatkan di Bandung. Di sana ada Sr. Consilia Yanshak dari Amerika yang bertugas sebagai pendamping para mahasiswi. Mereka senang karena ia menjadi pendengar yang baik bagi mereka.
Marij telah bertumbuh-kembang menjadi seorang yang sangat ramah dan terbuka. Setiap orang merasa krasan dengan dia. Semua mahasiswi merasakan itu. Kemudian ia pindah ke Jakarta, Juanda sebagai pemimpin biara, lalu ke Theresia juga sebagai pemimpin biara dan pembimbing Yunior. Ia sangat disenangi dan dicintai oleh banyak suster dan juga orang luar. Marij juga diangkat menjadi Dewan Pimpinan Provinsi dan formator suster muda. Ia banyak membantu mereka berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang.
Sebenarnya Marij ingin tinggal dan berkarya lebih lama di Indonesia. Tapi karena di Nederland kekurangan tenaga, pada tahun 1984 ia diminta membantu provinsi Nederland. Ia mendapat tugas berat mendampingi para suster dalam proses menutup komunitas Boxtel. Tahun 1985 para suster pindah di Boxtel pindah ke Grubbenvorst, Kerkrade dan Maastricht. Sr. Marij sendiri tinggal di Grubbenvorst selama dua tahun lalu di Aarle-Rixtel kurang lebih dua puluh lima tahun.
Marij terkasih, kurang lebih 15 tahun saya hidup bersama anda di komunitas Aarle-Rixtel. Anda selalu gembira, menikmati keindahan alam, bunga-bunga yang warna-warni di kebun. Dalam pertemuan-pertemuan anda selalu rela dan dengan penuh keyakinan men-sharing-kan siapa Tuhan bagi anda. Dialah yang kudus di tengah-tengah kita. Inilah misteri hidupmu: menerima dan membagikan persahabatan, saling memberi ruang untuk hidup dan berkembang.
Segera setelah anda datang di Aarle-Rixtel, anda membentuk kelompok pendalaman Kitab Suci bersama umat di paroki, mendengarkan Sabda Allah dan menemukan pesan-Nya bagi setiap yang hadir. Banyak yang mengenang pengalaman itu dengan hati penuh syukur. Anda juga anggota MOV di paroki dan suka mengunjungi serta mendampingi suster dan awam lansia di lingkungan. Anda juga suka mengantarkan mereka yang perlu ke dokter atau ke rumah sakit. Anda sungguh mensyukuri dan setia kepada persahabatan.
Anda menimba kekuatan dari iman untuk bersikap positip terhadap hidup. Kekuatan itu ada dalam diri anda sebagai Misteri yang memampukan anda membangun relasi dengan sesama, baik keluarga maupun umat di paroki dan teman-teman di luar negeri: Indonesia, Amerika.
Penyakit di musim panas ini telah menguras tenaga anda. Anda telah bekerja keras, tapi Tuhan menganggapnya sudah cukup, dan bersabda: Datanglah pada-Ku, masuklah ke dalam sukacita dan damai-Ku untuk hidup terus di rumah-Ku, juga bersama Hein yang begitu cepat menyusulmu.
Sekarang kalian menjadi perantara bagi kelompok yang masih harus berjuang: sesama sustermu di komunitas/provinsi, karyawan/wati dan seluruh keluarga.
Marij terkasih, terimakasih atas kehadiran dan keberadaan anda bagi kami semua.
Grubbenvorst, 24 Oktober 2013
Marie Angelique
